Focus and Scope

SAINOVASI menerima artikel dalam bidang:

  • penerapan sains dan teknologi;
  • teknologi tepat guna;
  • inovasi sosial;
  • pemberdayaan masyarakat;
  • digitalisasi masyarakat;
  • literasi digital;
  • pemberdayaan UMKM;
  • kewirausahaan masyarakat;
  • ekonomi kreatif;
  • pendidikan dan pelatihan;
  • inovasi pembelajaran;
  • peningkatan kapasitas guru;
  • kesehatan masyarakat;
  • gizi dan kesehatan keluarga;
  • farmasi dan pemanfaatan tanaman obat;
  • sanitasi dan kesehatan lingkungan;
  • pertanian;
  • peternakan;
  • perikanan;
  • ketahanan pangan;
  • pengolahan produk lokal;
  • pengemasan dan pemasaran produk;
  • pengelolaan lingkungan;
  • pengelolaan sampah;
  • ekonomi sirkular;
  • energi terbarukan;
  • mitigasi bencana;
  • pemberdayaan desa;
  • smart village;
  • desa wisata;
  • pariwisata berbasis masyarakat;
  • literasi hukum;
  • literasi keuangan;
  • pelayanan publik;
  • pemberdayaan perempuan dan pemuda;
  • perlindungan kelompok rentan;
  • inklusi sosial;
  • teknologi informasi untuk masyarakat.

Jenis Artikel

SAINOVASI menerima:

  • artikel hasil pengabdian kepada masyarakat;
  • artikel pemberdayaan masyarakat;
  • penerapan teknologi tepat guna;
  • pendampingan UMKM;
  • inovasi sosial;
  • community development;
  • participatory action program;
  • evaluasi program pengabdian;
  • implementasi hasil penelitian;
  • studi kasus pemberdayaan;
  • praktik baik;
  • pengembangan model pengabdian.

Karakteristik Artikel

Artikel yang dikirimkan ke SAINOVASI diharapkan memuat:

  1. Analisis situasi mitra.
  2. Identifikasi permasalahan prioritas.
  3. Tujuan kegiatan yang jelas.
  4. Metode pelaksanaan yang sistematis.
  5. Bentuk partisipasi mitra.
  6. Teknologi atau inovasi yang diterapkan.
  7. Instrumen evaluasi.
  8. Indikator keberhasilan.
  9. Hasil dan dampak kegiatan.
  10. Kendala dan pembelajaran.
  11. Strategi keberlanjutan.
  12. Potensi replikasi program.

Artikel yang hanya berisi dokumentasi kegiatan tanpa analisis, metode, evaluasi, dan pembahasan yang memadai tidak menjadi prioritas penerbitan.